HOT LISTING Hari ini

Perum Villa Muka Kuning - Row Utama Kec Sagulung

Rp. 238,000,000 KT: 3   KM: 1   48/80 TEMBESI KERAMIK SEKEN Informasi Properti...

Tampilkan postingan dengan label Batam FTZ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batam FTZ. Tampilkan semua postingan

Kawasan Perdagangan Bebas Batam memberikan Peluang Bisnis

Sepanjang minggu, diakhir bulan, sering terlihat di surat kabar lokal,  memberitakan gairah baru bagi geliat bisnis di Kota Batam, terasa nampak optimis akan adanya kesempatan pertumbuhan ekonomi di Pulau Industri ini. 

Hampir semua media lokal, selalu menempatkan isu Batam sebagai Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas) menjadi headline, sesuai dengan Ketetapan PP RI NOMOR 46 Tahun  2007 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, dan PP-RI 47 untuk Bintan, serta dan PP-RI No 48 untuk Karimun yang langsung diteken oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. 

Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas Batam)


Dengan adanya Peraturan (PP) tersebut, ada beberapa hal Perencanaan Infrastuktur Kepulauan Riau : 

  • Pembangunan Kawasan Ekonomi Pariwisata Terpadu (KEWT) terbesar di Asia Tenggara yang akan menghubung wilayah pulau yakni Jembatan Barelang (Batam, Rempang dan Galang). 
  • Menetapkan Free Trade Zone Area
  • Kerangka Bisnis berorientasikan Ekspor
  • Menumbuhkembangkan industri lokal (UKM
Bandara Udara Internasional Batam

Dukungan pemerintah untuk UKM

Kegiatan Usaha Menengah

Transaksi Jual Beli di Batam
Sebuah artikel yang diterbitkan Marketing Section, Batam Authority (BEI NEWS 5 th Edition Year II, March-April 2001) misalnya menulis tentang prospek Batam :

" Despite the inevitability of a global free trade environment, Indonesia has to prepare itself for this eventuality in order to remain competritive in Asia Pacific. With the rapid growth and existence of Batam to date, Indonesia has excellent prospects to compete for a piece of the regional and global trade pie. By capitalizing on the strategic location of Batam in one of the world’s busiest trade routes, the Straits of Malacca, as well as adequate infrastructures, facilities and pool of labor, Batam can serve as the export center of Indonesia. Indonesian exporters, too, can benefit from a Free Trade Zone Batam to invest in Batam, as an initial step towards marketing their products globally."

Pertanyaannya bagi kita, anggota BBI- yang notabene terdiri dari para pengusaha UKM dari Bandung atau Jawa Barat pada umumnya ? Apa yang mesti dilakukan ?

Saya hanya seorang pelaku dan bukanlah pengamat ekonomi. Sebagai pelaku, tidak banyak teori dan data akurat - selain instuisi dan pengalaman saya saja yang mengajarkan bahwa jika ada investasi akan berarti menyerap tenaga kerja. Dengan bertambahnya investasi akan terdapat pertumbuhan ekonomi. Nah, otomatis saja pertumbuhan ekonomi akan memberikan multiplier effect ( efek berganda) kepada sektor lainnya bertumbuh. Pandangan saya akan tumbuh berbagai peluang usaha yang menyangkut pelayanan pada segala kebutuhan konsumen berdaya beli tinggi - yang notabene adalah pekerja antara lain perumahan, makanan, jasa angkutan, dan jasa hiburan serta rekreasi. Belum lagi peluang mengembangkan pasar ke wilayah AFTA ( Asean). Dengan tranportasi Batam ke Singapura dan Johor hanya 45 menit dan biaya Rp 230.000,- saja, bukankah itu pasar besar dengan low cost operations ?
Pembangunan Properti yang sangat Pesat

Prospek diatas akan menarik bagi pelaku yang memiliki daya antisipatif dan berjiwa pionir. Kalau hanya jadi pengikut (follower) setelah lihat dulu orang lain, hukumnya bagi pengikut adalah tidak berhak atas maksimum margin. Nah siapa rekan2 pengusaha berbagai sektor mau berkiprah di Batam FTZ ? Ayo bersama meraih sukses

2014 BP Batam Kembangkan Bandara Hang Nadim

Jumat, 5 Oktober 2012 (Sumber : Posmetro)

BATAM, METRO : Sehubungan dengan adanya rencana pembangunan kawasan terpadu di bandara, Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengusulkan perubahan masterplan (rencana induk) pengembangan Bandara International Hang Nadim kepada Kementerian Perhubungan. Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan menjelaskan, dalam usulan perubahan rencana induk tersebut, tidak termasuk perluasan bandara. "Hanya perubahan beberapa fasilitas yang ada di Bandara saat ini," katanya saat ditanyai wartawan, Selasa (3/10).

Ilham mengatakan, rencana tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan, beberapa waktu lalu. Saat ini, lanjutnya tinggal menunggu persetujuan untuk menentukan alokasi lahan pada investor yang berminat mengembangkan kawasan bandara.

"Berdasarkan data kita, Bandara International Hang Nadim Batam memiliki luas sekitar 1.00 hektar. Namun dari luas tersebut baru sebagian yang telah dibangun.

Sekarang ini, banyak pihak yang mengajukan permohonan lahan di kawasan tersebut.

Namun kami belum dapat memberikan alokasi sebelum revisi yang diajukan disetujui," jelasnya. BP Batam lanjutnya berencana mengalokasikan lahan di Bandara Hang Nadim untuk kawasan terpadu seperti di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu PIntu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho menyatakan, nantinya lahan di sekitar pintu masuk dan samping landasan, akan dialokasikan untuk kawasan terpadu. "Rencananya akan dibangun pusat perbelanjaan dan perhotelan sepetrti yang dikembangkan di Soekarno-Hatta,"katanya. Djoko mengatakan, rencana kawasan terpadu akan diiplementasikan sebagai bagian, dari Bandara Hang Nadim dan akan menjadi salah satu proyek pengembangan bandara.

Tidak hanya pusat perbelanjaan, BP Batam juga berencana akan membangun transportasi massal. "Nanti kita juga akan membuat rel kereta api atau monorail dari bandraa menuju pusat pemerintahan dan pusat Kota Batam," kata dia.

Ia mengatakan, BP Batam bersama Dirjen Perkeretaapian RI, juga telah mengkaji pembuatan jalur transportasi kereta api atau sejenisnya yang akan menghubungkan Bandara Hang Nadim Batam dengan kawasan padat penduduk, pusat pemerintahan dan bisnis maupun daerah industri.

"Rencananya pada 2014 akan mulai pembangunan fisik untuk moda transportasi tersebut,"jelasnya. (ams)